Hubungan Tingkat Nyeri dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSU Sundari Medan

Authors

  • Budiana Yazid Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora
  • Trinita Situmorang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora

Keywords:

nyeri, kecemasan, fraktur

Abstract

Sistem muskuloskletal merupakan sistem yang berfungsi sebagai alat gerak dan menyusun tubuh manusia. Sistem muskuloskeletal terdiri dari tulang, sendi, otot, dan struktur pendukung lainnya (tendon, ligamen, fasia, dan bursae). Struktur tulang berfungsi sebagai penyangga struktur tubuh dan memberi perlindungan terhadap organ-organ vital seperti otak, jantung, dan paru-paru. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien post operasi fraktur di RSU Sundari Medan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif  korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah convenience sampling. Besar sampel yang digunakan yaitu 30 orang. Alat yang digunakan untuk mengukur nyeri adalah skala nyeri. Untuk tingkat kecemasan menggunakan instrumen Hamilton. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai p diambil dari Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh nilai p 0,04 <α 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien post operasi fraktur. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada petugas kesehatan di rumah sakit untuk memberikan intervensi yang dapat mengurangi nyeri sehingga  kecemasan juga dapat berkurang.

 

 

Downloads

Published

2022-07-18

How to Cite

Yazid, B., & Situmorang, T. . (2022). Hubungan Tingkat Nyeri dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSU Sundari Medan. Jurnal Keperawatan Flora, 13(2), 111–122. Retrieved from https://jurnal.stikesflora-medan.ac.id/index.php/jkpf/article/view/221

Issue

Section

Articles